Assalamualaikum Warahmutullahi Wabarakatu….
Terlebih
dahulu ucapan terima kasih telah mengunjugi blog aku. Jangan lupa kunjungi blog
aku yang lainnnya yah!!
Pada
blog ini aku akan mengupas sedikit tentang cara Inokulasi Mikroba. Silahkan
disimak!!
Berbicara
tentang mikroorganisme pasti kebanyakan dari
kita berpikir tentang mahluk kecil yang dapat mengakibatkan kerusakan. Membuat
makanan kita mengalami pembusukan, berjamur, dan lebih parah menyebabkan
penyakit. Akan tetapi, harus diketahui bahwa tidak semua mikroorganisme seperti
itu. Tuhan menciptakan sesuatu pasti
karena ada manfaatnya. Olehnya itu, aku akan membagi sedikit pengetahuan
tentang mahluk kecil itu.
Kalian
yang mengaku orang Indonesia pasti tahu gambar di atas. Makanan khas Indonesia
ini ternyata mengandung berbagai macam mikroba dengan berbagai fungsi loh. Mau tahu mikroba apa saja dan apa fungsinya? silahkan lanjut bacaannya!
Tempe
adalah salah satu produk makanan hasil fermentasi yang pembuatannya melibatkan
organisme jamur atau kapang, seperti Rhizopus
oryzae, Rhizopus oligosporus, dan Rhizopus
stolonifer. Rhizopus oryzae termasuk mikroba yang mampu mengurai lemak
kompleks menjadi trigliserida dan asam amino dan mampu juga menghasilkan
protease. Rhizopus oligosporus berperan
dalam mengubah protein menjadi asam amino. Sedangkan, Rhizopus stolonifer
mengandung senyawa pektinase. Nah, untuk mengetahui kebenarannya dilakukanlah
teknik Inokulasi Mikroba.

Inokulasi
mikroba adalah pemindahan mikroba dari satu media ke media yang lain. Teknik
ini bertujuan untuk menumbuhkan mikroba-mikroba pada bahan, yaitu tempe. Teknik
yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba ada empat, tapi sekarang aku hanya
akan membahas dua diantaranya, yaitu metode spread
plate dan metode pour plate.
Metode
spread plate atau cara sebar adalah
teknik menanam mikroba dengan
menyebarkan suspense mikroba di permukaan agar padat. Metode ini dilakukan
dengan menuangkan media terlebih dahulu kemudian pada saat media telah memadat ditetesi suspensi tempe dan
diratakan pada permukaan menggunakan Hocky
stick.

Metode
pour plate atau cara tuang adalah teknik
menanam mikroba rata ke seluruh media. Teknik ini memerlukan agar yang belum
padat untuk dituang bersama suspensi
mikroba ke dalam cawan petri kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Kita
tidak hanya menyebarkan sel-sel mikroba pada permukaan agar saja melainkan sel
terendam agar.
Hasil dari inokulasi mikroba dapat kalian lihat di bawah ini...
Pengamatan ke: 6
Hari/tanggal : 11
Maret 2017
Tabel 09. Hasil Pengamatan Mikroba
|
Jenis
media dan sumber mikroba
|
Metode
inokulasi dan FP
|
Kenampakan
|
|
PDA
(Tempe)
|
Pour
Plate (10-4 )
|
Hifa tumbuh hampir memenuhi
permukaan media. Spora berwarna hitam
|
|
|
Spread Plate (10-4
)
|
Terdapat koloni yang berwarna putih
dan kuning.
|
Sumber : Data Primer Mikrobiologi Umum, 2017.
Terima kasih atas kunjungannya....
