
Supaya lebih rapi alangkah baiknya kalau aku pake metode 5W+1H (teringat guru SMA).
What? Isolasi mikroba... Apaan tuh?
Isolasi mikroba itu sepupu dari inokulasi mikroba. Tujuannya sama, yaitu menumbuhkan mikroba bedanya terletak pada prinsipnya. Isolasi mikroba adalah aktivitas mengambil mikroba yang terdapat di alam dan menumbuhkannya pada suatu media buatan untuk menghasilkan biakan murni. Sedangkan, inokulasi mikroba adalah pemindahan mikroba dari suatu media ke media yang lain untuk menghasilkan biakan mikroba dalam jumlah yang banyak.
Why? Menumbuhkan mikroba... untuk apa coba??
Isolasi mikroba itu dilakukan dengan memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba untuk menghasilkan suatu biakan murni dalam hal ini satu jenis mikroba. Ingat ya Satu bukan dua, bukan tiga dan seterusnya tapi satu. Jika kita sudah mendapatkan satu jenis mikroba itu kita dengan mudah mengidentifikasi sifat dan ciri-ciri mikroba pada suatu bahan sehingga dapat diketahui bahwa bahan tersebut mengandung bakteri baik ataupun bakteri jahat.
Where? Dimana kita bisa menumbuhkannya?
Kita bisa menumbuhkannya pada media Plate Count Agar (PCA ) pada cawan petri dan Nutrient Agar (NA) pada tabung reaksi.
When? Kapan kita bisa tahu mikrobanya telah tumbuh?
Tentunya , mikroba yang diinginkan tidak akan tumbuh jika setelah melakukan inokulasi ditinggalkan begitu saja. Olehnya itu, kita butuh alat yang namanya inkubator untuk menginkubasi atau memelihara kultur mikroba dalam tempat yang steril karena kita harus melakukan pengamatan setiap hari dengan jangka waktu 1 minggu.
Who? Siapa yang bakal tumbuh😂??
Inzha Allah yang akan tumbuh mikroba yang ada pada bahan. Penulis tidak bertanggungjawab ketika ada mahluk lain yang tumbuh😆😆. Sereemm....
Nah,,, tiba saatnya pada penghujung jalan!!
How? Bagaimana caranya supaya tumbuh mikroba yang diinginkan?
Supaya mikroba pada bahan bisa tumbuh lakukan langkah-langkah berikut ini
Isolasi pada
cawan petri
Media
PCA dituang ke dalam cawan petri sebanyak ¾ volume cawan petri, kemudian media
ditunggu hingga mengeras. Bakteri Lactobacillus
casei diambil menggunakan ose bundar kemudian digoreskan pada permukaan
media dengan pola zig-zag dan persegi. Setelah digoreskan, cawan petri
dibungkus menggunakan kertas bekas kemudian dinkubasi.
Isolasi
pada Tabung Reaksi
Media
NA dituang ke dalam dua tabung reaksi, satu tabung reaksi untuk media agar
miring dan tabung reaksi lain untuk media agar tegak, kemudian media ditunggu
hingga mengeras. Bakteri Lactobacillus
casei diambil menggunakan ose bundar kemudian digoreskan pada permukaan
media agar miring dengan pola zig-zag, setelah itu bakteri Lactobacillus casei diambil menggunakan ose jarum kemudian
ditusukkanpada media agar tegak. Setelah diisolasi, mulut tabung reaksi ditutup
menggunakan kapas dan aluminium foil
kemudian diinkubasi.
Akhirnya, kita akan mendapatkan seperti ini nih.....
TAAARAAAAA.............
Hari / tanggal :
Kamis, 6 April 2017
Sumber mikroba
|
Metode Isolasi
|
Kenampakan
|
|
Lactoba
cillus casei
|
Cawan gores
zig-zag
|
Terdapat koloni besar dan kecil saling tumpang tindih, goresan zig-zag
sudah tidak kentara.
|
|
Cawan gores
persegi
|
Mikroba tumbuh memenuhi permukaan cawan petri, goresan persegi sudah
tidak kentara.
|
||
Agar miring
|
Muncul mikroba lebih banyak dari sebelumnya, koloni melebar.
|
||
Agar tegak
|
Muncul dua koloni di permukaan, satu besar dan satunya kecil.
|
Sumber
: Data Primer Mikrobiologi Umum, 2017.
Makasih infonyaa
BalasHapusPembahasannya menarik, ternyata percobaan pake istilah sepupu2😊☺
BalasHapusOk.Ok, thanks infonya!!!
BalasHapus