Tahapan penting yang harus dilakukan dan merupakan aturan standar selama melaksanakan aktivitas dalam laboratorium mikrobiologi adalah sterilisasi. Apa itu sterilisasi? sterilisasi adalah proses membebaskan alat atau bahan agar terbebas dari segala macam bentuk kehidupan. Segala bentuk kehidupan maksudnya di sini adalah mikroorganisme yang dapat mengakibatkan kontaminasi sehingga percobaan yang dihasilkan tidak berhasil atau gagal. Olehnya itu, kita harus tahu bagaimana cara mensterlikan alat dan bahan. Berikut penjelasannya, simak dengan baik yah!!
Sterilisasi dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu secara fisik, mekanik, dan kimiawi. Sterilisasi kimiawi dilakukan dengan menggunakan bahan desinfektan, misalnya alkohol. Sterilisasi fisik dilakukan dengan menggunakan autoclave. sterilisasi mekanik dilakukan dengan penyinaran, cara ini jarang digunakan. Langkah mudah dan paling umum digunakan untuk mensterilkan alat dan bahan agar terbebas dari mikroba lain adalah dengan autoclave dan alkohol.
Berikut merupakan cara kerjannya...

Alkohol merupakan senyawa desinfektan yang digunakan untuk sterilisasi peralatan laboratorium. Alkohol membunuh mikroba dengan cara mendenaturasi protein dalam sel, melarutkan membran lipid, dan menyerap air pada mikroba. Alkohol yang paling efektif untuk membunuh mikroba adalah alkohol 70%.
Autoclave merupakan alat pemanas tertutup untuk sterilisasi alat laboratorium dan mensterilkan bahan pembuatan media menggunakan uap panas yang bertujuan untuk mematikan kontaminan mikroorganisme dan endospora. Prinsip kerja autoclave adalah menggunakan uap air panas bertekanan dengan tekanan yang umum digunakan adalah 1 atm pada suhu 121 C selama 15 menit dimana uap air jenuh akan masuk ke dalam ruangan autoclave pada suhu tinggi.
Nah, setelah mengetahui tentang sterilisasi kalian juga harus tahu tentang media pertumbuhan mikroba. media pertumbuhan mikroba digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme dan harus memenuhi persyaratan nutrisi yang dibutuhkan oleh suatu mikroorganisme. Khusus pembahasan kali ini aku hanya akan menjelaskan tentang pembagian media pertumbuhan mikroba berdasarkan komposisi kimianya.
Media sintesis adalah media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti. contohnya : Potato Dextrose Agar (PDA), Plate Count Agar (PCA), dan Nutrient Agar (NA).
Media Semi Sintesis adalah media yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti tetapi takarannya kurang jelas. Contohnya : kentang agar dan tauge agar.
Media alami adalah media yang di ekstrak langsung dari bahan dasarnya. contohnya : Tanah.
TERIMA KASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT...
Media sintesis adalah media yang komposisi zat kimianya diketahui jenis dan takarannya secara pasti. contohnya : Potato Dextrose Agar (PDA), Plate Count Agar (PCA), dan Nutrient Agar (NA).
Media alami adalah media yang di ekstrak langsung dari bahan dasarnya. contohnya : Tanah.
TERIMA KASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT...

tingkatkan lagi materinya dan jangan lupa di tambahkan gambar...
BalasHapusNice, banyak warna
BalasHapusIya lisa nanti saya tambahkan
BalasHapusAsmayana_Secerah informasinya
Makasi infonya
BalasHapusMakasi infonya teman.
BalasHapus